Jumat dan Sabtu lalu aku ikut Kursus Persiapan Perkawinan yang harus diikuti oleh calon pengantin, at least 6 bulan sebelum tanggal pernikahan. Awalnya aku mau ikut kursus ini hanya formalitas belaka, untuk dapatin sertifikatnya dan aku bisa menikah. Tapi justru ada hal tak terduga yang muncul dari situ.

Semua keraguanku untuk melangkah ke jenjang perkawinan, rasa tak percaya pada diri sendiri dan pasangan. Banyak seh pasangan yang juga mengalami hal ini, apalagi semakin dekat pernikahan kok adanya bertengkar terus, pun untuk hal2 yang sebenarnya sangat sepele.

Dengan ikut kursus itu, aku dan pasangan seperti ditampar, dihadapkan pada fakta2 bahwa ternyata selama ini kami masih egois, kurang komunikasi. Kami gak pernah memikirkan perasaan masing2 pasangan, dan hal yang membuat kami tersadar, kami itu masih saling sayang, dan kami udah komitmen untuk menjalani kehidupan berdua.

Disini mata kami, aku terutama seperti dibuka. Disini kami belajar lebih mengenal satu sama lain, mengenali lbh dalam apa seh yang sebenarnya kita mau dari pasangan kita, apa seh tujuan kami menikah. Disini aku juga dapat pelajaran bahwa kita gak pernah bisa merubah pasangan, namun kitalah yang harus berubah. Dan yang paling penting, bahwa bukan berarti menikah itu terus bahagia, justru disitulah dimulai semua tantangan hidup.

Sebagai pengikut Yesus, semua beban dan masalah yang timbul adalah salib yang musti kita panggul sepanjang hidup. Terus bertahan dengan cara apapun. Dan hanya Dia yang akan memampukan kita melewati semuanya itu. Aku juga seperti ditampar bahwa selama ini aku jarang berdoa, mustinya aku menjadi tiang doa dala hubungan kami.

Banyak sekali sharing dari pasutri2 lain yang kudapat ambil pelajarannya. Dan satu hal lagi, selama ini aku selalu merasa berat sekali beban hidupku, ternyata di luar sana banyak orang yang jauh lbh berbeban berat namun mereka bisa melaluinya.

Lewat KPP kemarin, keraguanku itu hilang, aku merasa yakin menatap masa depan dengan pasanganku. dengan dialah aku ingin menikah, aku masih melihat cinta dimatanya. Dan dia selalu ada disampingku, meski aku sering marah2 dia tetap setia. Akupun bisa melihat binar2 cinta dimatanya ketika dia mengikuti KPP kemarin. Kita berdua akhirnya menemukan suatu siraman yang menyejukkan untuk semua masalah2 kami. Kami berjanji pada diri kami sendiri, kami akan selalu berusaha yang terbaik dari hubungan ini.

Thanks God…menyadarkan kami bahwa kami masih butuh Engkau

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: