Kenangan Natal 15 tahun lalu

15 tahun yang lalu

Dua hari menjelang hari Natal, Bapakku jatuh pingsan. Setelah dibawa ke RS terdekat tak bisa, dia dibawa ke RS besar di Yogya. Ibuku menemani bapak di RS menginap disana, aku dan (alm) adikku di rumah di tungguin oleh mbak yang bantu2 di rumah.Karna penyakit bapak sangat parah, maka ibu harus stand by di RS.

Tibalah malam Natal, waktu itu aku berumur 12 tahun dan adikku 6 tahun. Aku sebagai anak yang paling besar harus menjaga adikku. Untungnya adikku meski masih kecil dia orang yang kuat, tidak manja dan cengeng. Di hari Natal itu adikku bertugas sebagai pembawa patung Yesus, jadi aku harus menemaninya ke Gereja esok hari. Kami tidur lebih awal karna berencana ke gereja keesokan harinya.

Di pagi hari, setelah adikku mandi aku membantunya memakai baju putih yang sudah dibelikan ibuku jauh2 hari dan dasi kupu2. Lalu pembantu kami memanggilkan becak supaya kami bisa ke gereja. Waktu aku memakaikan baju adikku, kuliat pembantuku melihat dari luar kamar sambil menitikkan air mata. Saat itu aku juga sedih, tapi aku harus kuat demi adikku.

Setelah pulang dari gereja, aku dan adikku jalan kaki pulang karna tidak ada becak saat itu. aku gandeng adikku sepanjang jalan sambil menghiburnya tentang bapak ibu, sambil menceritakan cerita2 lucu padanya. Sampai di tengah jalan aku bertemu dengan ibu2 tetangga yang lumayan dekat dengan keluarga kami. dia memeluk kami sambil menangis, aduh aku jadi bingung. Rupanya dia sedih melihat kami berdua bergandengan sedangkan ortu kami ada di RS.

Begitu sampai di rumah, ternyata pembantu kami sudah memasakkan opor ayam buat kami, seperti yang biasa dilakukan oleh ibu. Karna ibu tak meninggalkan uang buat pembantuku maka pembantuku yang baik yang bertahun2 ikut keluarga kami ini memakai uangnya sendiri untuk memasak opor ayam buat kami.

Setelah makan, rupanya pembantuku ini sudah memesan mobil untuk kami pergi ke RS menengok bapak ibu. Sampai di RS, ibu langsung memeluk kami berdua sambil menangis. Rupanya bapakku parah sekali sakitnya sehingga mereka hanya mengikuti misa Natal lewat televisi.

Itulah Natal yang penuh kenangan dengan Alm adikku. I miss u brother :”-(

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: