Keluarga Sosrosugondo part 1

Bintang : nama kakek kita siapa sih?

Antie : Sosrosugondo

Bintang : Sosro? emang kakek kita yang punya teh sosro ya?

(didengar oleh aku, dibincangkan oleh sepupu2ku 10 tahun lalu)

Keluarga Sosrosugondo, keluarga dari pihak ibu yang umatnya banyak. Kami memanggil eyang kami Bude dan Pakde. heheh aneh ya? karna mereka gak mau dipanggil eyang, alasannya gak tau tuh. jadilah panggilannya itu, plus aku klo manggil “om” dan “tante” ya “mbak” dan “mas”. Ini keanehan pertama keluarga kami.

Dari pihak ibu mereka semua 10 bersaudara, kakak terbesar ibu menghilang 43 tahun yang lalu dan sampai saat ini belum pernah ditemukan. Sudah pernah dicari tapi tak ada hasil. Dari smua anak dari eyangku itu, yang tinggal di Kutoarjo hanya  ibuku. Yang akhirnya menikah dengan bapakku yang orang asli Kutoarjo juga.Yang lainnya merantau ke kota lain. Jadi waktu kecil ketika bapak dan ibuku bekerja, maka pulang sekolah kami (aku dan adikku) dititipin ke rumah eyangku, nanti sore baru dijemput pulang.

Eyang kakungku, biasa dipanggil Pakde. Dia seorang pensiunan Mantri Pertanian. Gitu2 meski dulu ayah dan ibunya adalah petani, kakekku adalah lulusan sekolah Pertanian makanya dipanggil pak Mantri. Jaman dulu rasanya udah hebat banget yang namanya Pak Mantri itu. Kakekku ini kalo berangkat kerja (dia mengajar) selalu naik sepeda onta (itu lo sepeda goes yang gede) atau naik Vespa. Setelah pensiun beliau tinggal di rumah. Kakekku ini galak banget, tapi dia baik.

Aku masih ingat dulu tiap natal tiba, sepupu2 ku pulang ke Kutoarjo, setelah ke gereja bersama pasti kita akan duduk baris, dalam barisan yang paling tua sampai yang paling muda. Nah kakekku itu akan membagi2kan angpau dalam bentuk uang receh 100 an rupiah jaman dulu dan ditaruh dalam plastik2 tempat es lomot (tau kan es yang suka diplastikin trus ada karetnya itu lo). Masing2 plastik isinya sekitar 10 uang Rp 100. Lumayan sekali tuh jaman dulu

Dulu aku itu bandel sekali, suka sekali tuh manjat2 pohon😛 Nah pernah suatu siang aku (waktu itu kelas 3 SD) pengen manjat pohon belimbing di depan rumah kakekku, kebetulan pohon itu tumbuhnya di dekat parit lumayan gede. Nah sebelum memanjat itu aku naik ke kursi dulu yang dipegangi oleh kakekku, nah waktu turun rasanya pede banget kakekku masih pegangin kursinya lalu aku loncatlah ke kursinya. tnyata tidak ada siapa2. Alhasil jatuhlah aku di parit itu dengan sudut bibir berdarah. Waktu itu rasanya kesel banget dan sakit, jadilah 4 jahitan di sudut bibir sebelah kanan. Masih sedikit berbekas neh meski dah ga gitu jelas.

Dulu kakekku ini juga suka ajakin adikku potong rambut di pasar, itu lo potong rambut yang kayak dibawah pohon itu. Kadang nyokap kesel banget abis waktu itu tampang adikku jadi culun banget wakakakak…😀

Beliau meninggal karna sakit, tapi kegalakannya dan kebaikannya masih suka bikin kangen.

to be continued…

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: