Nobody Perfect

Ada hal yang sedikit menggugah hati hari ini. Ketika aku curhat mengenai seorang teman, kemudian berkaca pada diri sendiri.

Setiap pasangan pasti akan berusaha memberikan yang terbaik untuk pasangannya. Namun terkadang ekpektasi kita terhadap pasangan terlalu berlebihan. Siapa sih yang gak pengen punya pacar yang setia, baik, selalu memberi kita bunga, mengantar-jemput kita pulang kerja, selalu bikin kita ketawa, romantis, memanjakan kita,menyanjung kita, sabar, cakep, tinggi, putih, dll. Tapi kadang kita lupa kalo pasangan kita juga manusia yang kadang capek, sedih, bikin kita sedih, melirik ce/co lain, cemburuan, lupa, bisa berbuat kesalahan juga,kadang keliatan kucel, dll. Semuanya manusiawi kan, karna kadang kita juga bisa cape, sedih, lupa, kucel dll.

Then he told me this…(I think yeah that’s true) nobody perfect, but we always try at least. Kita tidak perlu membatasi pasangan kita, biarkan dia berkembang seperti adanya dia. Yang bisa kita lakukan adalah mengarahkannya tanpa menuntut banyak darinya. Dan jika suatu ketika perubahan yang baik terjadi pada pasangan kita ya karna memang terjadi apa adanya, bukan dipaksakan.

Seperti yang pernah kuposting sebelumnya, pernikahan adalah sekolah cinta seumur hidup. Belajar mencintai pasangan yang berubah dan perubahan2 dalam diri kita untuk menjadi yang lebih baik. So, marriage is not the end but the beginning.  ^^

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: