Phobia

Phobia  dalam ilmu psikologi diartikan sebagai ketakutan yang berlebihan terhadap sesuatu yang kadang2 tidak masuk akal. Biasanya Phobia dipicu oleh kejadian buruk di masa lalu.

Kenapa aku tiba2 membahas phobia? Karena aku sendiri memiliki ketakutan yang gak masuk akal dengan yang namanya ketinggian. Dan belakangan ini makin parah. Entah kenapa jika aku berada di ketinggian yang memungkinkan untuk melihat ke bawah, kaki ini rasanya langsung kaku, tangan berkeringat, dan deg2an. Contohnya : klo dipikir eskalator sepatu yang ada di Senayan City itu gak terlalu tinggi dan ya biasa saja. Aku pernah nekat mencobanya, tapi begitu menaikinya dan eskalator mulai berjalan. Kok badan rasanya seperti mau jatuh kebelakang. My Hun bilang udah jangan dipikirin dan coba nikmati sekelilingmu , aduuh gak bisa banget. Kaki ini rasanya kaku banget. Makanya sebisa mingkin klo ke mall pasti aku akan memilih eskalator di sebelah dalam (kalo eskalator yang langsung bisa melihat ke lobby, enggak deh makasih)

Kebanyakan Psikolog dan Psikiater mengggolongkan phobia menjadi 3 kategori yaitu : Social Phobia, Spesific Phobia dan Agora Phobia (Ref. http://en.wikipedia.org/wiki/Phobia )

Ini sebagian dari jenis2 Spesific Phobia yang sering dialami oleh orang2 :

1) yang bersifat psikologis (banyak sekali sebenarnya, tapi aku sebutin yang rada populer aja ya) misalnya :

  • Acrophobia – takut pada ketinggian (seperti aku)
  • Anthoropobhia – takut pada kerumunan orang banyak ato antisosial (jadinya gak pernah keluar rumah kali ya)
  • Dental phobia – takut pada dokter gigi dan yang berhubungan dengan kedokteran gigi (siapa seh yang gak takut ke dokter gigi? hiihhihhi)
  • Coulrophobia – takut pada badut (clown)
  • Haemophobia — takut pada darah.
  • Hexakosioihexekontahexaphobia – takut pada angka 666
  • Nyctopobhia – takut pada kegelapan
  • Somniphobia – takut tidur (hueh gak abis pikir deh)
  • Mysophobia – takut kotor, terkontaminasi kuman
  • Hydrophobia, Aquaphobia – takut air (hueh jadinya gak pernah mandi kali ya) tapi aku mengalami seh klo aku berada di kolam renang dan air setinggi dada …rasanya jadi susah bernapas
  • Hippopotomonstrosesquipedaliophobia – takut pada kata2 yang panjang (buset nama jenis phobianya saja udah panjang bener)

2) yang berhubungan dengan hewan (zoophobia) (aku juga ambil beberapa saja ya) misalnya :

  • Cynophobia – takut pada anjing (waduh kok bisa ya takut pada hewan selucu itu, kecuali anjing gila ya)
  • Ranidaphobia – takut katak
  • Arachnophobia – takut laba-laba
  • Musophobia – takut tikus (rat) (hueh siapa yang gak geli sama tikus, berhub aku pernah punya pengalaman buruk sm hewan yang satu ini)
  • Ophidiophobia – takut ular (weks geli rasanya ngeliat ular)

3) yang sifatnya non psikological (biasanya dikarenakan oleh kondisi medis tertentu) misalnya ;

  • Photophobia – sangat sensitif terhadap cahaya (biasanya karna menderita migrain yang parah)
  • Osmophobia – sensitif terhadap bau (biasanya terjadi pada wanita hamil)
  • Hydrophobia – takut pada air (biasanya dikarenakan penyakit rabies)

So memang seh terkadang gak masuk akal seperti yang aku alami. Pernah seh baca di buku yang mengatakan bahwa untuk mengalahkan ketakutan itu maka harus menghadapi ketakutan itu sendiri. Nah sempet terpikir neh gimana klo seandainya aku ikut bungee jumping, tapi gak jadi deh ehheh bisa2 melompatlah jantung dari tubuhku hehe.

Any idea to cure me???

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: